Tentang Bimbingan dan Konseling

careandshare

Setiap manusia diciptakan dengan segala potensi dan talentanya masing-masing. Potensi atau talenta yang ada tersebut sudah seharusnya dikembangkan secara maksimal demi kesempurnaan diri sendiri, karena tiap manusia itu unik dan tiada duanya. Faktanya, kebanyakan orang tidak tau dan tidak menyadari talenta (bakat) yang telah Tuhan percayakan padanya untuk dikembangkan demi kemajuan manusia itu sendiri. Oleh karena itu seseorang pasti membutuhkan media untuk memancing dirinya menyadari segala kelebihan yang ada di dalam dirinya, salah satunya ialah melalui Bimbingan dan Konseling. Sebelum menilik lebih jauh mengenai fungsi atau peranan Bimbingan dan Konseling, sebaiknya kita mengetahui pengertian Bimbingan dan Konseling (yang selanjutnya disingkat menjadi BK) terlebih dahulu. BK secara singkat dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada seseorang yang bermasalah demi terselesaikannya masalah yang dihadapi. Proses ini terjadi secara pribadi antara konselor (ahli BK) dan konseli (klien), sehingga kerahasiaan dirasa sangatlah penting dalam bidang ini. Di dalam lembaga pendidikan, khususnya sekolah, BK menjadi salah satu sarana yang penting dalam rangka pengembangan kepribadian serta kepekaan atau kepedukian sosial (compassion). Menurut para ahli, masalah yang terjadi pada para siswa justru kebanyakan bukan berasal dari dalam diri siswa tersebut, melainkan dari luar dirinya, sehingga peranan BK dalam hal ini sangat diperlukan untuk menyikapi realitas-realitas masyarakat yang ada (khususnya era globalisasi) agar perubahan-perubahan yang ada tersebut justru menjadi motivasi dalam rangka pengembangan diri menjadi manusia yang utuh. BK dalam lingkungan sekolah (khususnya SMA/SMK) lebih terfokus kepada pengenalan terhadap diri sendiri, antara lain bakat, kemampuan, minat, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk menghadapi masa depan. Berbeda dengan beberapa atau banyak sekolah dimana kebanyakan orang menganggap bahwa BK ialah ‘tempat pemberian eksekusi’ bagi siswa yang memiliki masalah berkaitan dengan lingkungan sekolah, entah itu masalah pelajaran (nilai), teman, atau bahkan guru, peranan BK yang sebenarnya bukanlah untuk memberi hukuman melainkan hanya sebagai sarana refleksi agar siswa dapat menyadari kesalahannya serta diharapkan tidak mengulang kembali kesalahan yang sama. Uraian di atas menunjukkan gambaran BK secara umum. Diharapkan dengan adanya program BK di sekolah dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya agar fungsi dan peranan BK itu sendiri dapat terealisasi serta tujuan yang hendak dicapai dapat tergenapi. Melihat kenyataan di atas, jelaslah bahwa BK di lingkungan sekolah sangat dibutuhkan agar terjadi keseimbangan antara berpikir, merasakan, berkehendak, serta bertindak.

Published in: on May 5, 2009 at 3:02 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://sampinggubug.wordpress.com/2009/05/05/tentang-bimbingan-dan-konseling/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: