Pro

‘Bukankah manusia dilahirkan tanpa pernah kenal mengapa? Semuanya sudah ada ketika ia terlahir, tidak adil membedakan manusia dari apa yang tidak bisa ia pilih.’
Hari itu, siang semakin terasa panas dan gersang ketika engkau datang menyapa. Tatapan matamu yang damai menyejukkan pikiran yang telanjur kusut. Dan senyuman itu, bak kembang edelweiss yang mekar di musim semi. Hanya butuh sekali itu untuk mulai mencintaimu, manisku.

Saat – saat kemudian pesonamu mulai mengisi seluruh ruang hampa di hati dan pikiran. Duhai kejora pagiku, engkau sungguh membuatku jatuh cinta hingga tak ingin aku jauh darimu.

Tapi akulah mega mendung, yang digerutukan banyak orang. Dan aku mengerti engkau memang jauh sampai tak mampu tangan ini meraihnya. Seberapa keras pun aku berusaha, selama apapun aku menunggu, tetap saja engkau tampak jauh. Ketika aku mati nanti, aku ingin menjadi angin, agar bisa memelukmu, memberikan kesejukkan ketika hari berubah menjadi terik, agar bisa menyelimutimu memberikan kehangatan saat malam mulai beranjak dingin.

Ingatlah sayangku, engkaulah kupu – kupu cantik yang membuat dunia ceria di manapun engkau berada, engkaulah edelweiss yang menari – nari bersama kicau burung pagi, bersama pucuk – pucuk pohon pinus di keheningan alun – alun suryakencana. Tetaplah hidup untuk memberikan kesejukkan, tetaplah tersenyum untuk memberikan warna – warni kehangatan.

Mekar dan semerbaklah, tebarkan harum wewangianmu. Akulah biji gandum kering yang dibuang di tanah bebatuan, hanya sanggup untuk melihat tanpa bisa untuk menyentuh. Akulah ranting anggur tak berbuah yang dipotong dan dibakar bersama semak belukar, semoga abuku menjadikanmu semakin cantik. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kayu kepada api, seperti awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

‘Bunga mekar tanpa pernah kenal mengapa. Ia mekar karena ia mekar.’

Published in: on May 5, 2009 at 2:51 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://sampinggubug.wordpress.com/2009/05/05/pro/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: