Epidemik (khususnya) Kaum Muda Yogyakarta

Sungguh indah masa-masa muda, semua orang mengakuinya. Ada persahabatan, konflik, cinta, perseteruan, dan lain-lain. Hal itu sungguh-sungguh sangat mewarnai hari-hari saat muda. Yogyakarta, terkenal sebagai kota pelajar. Orang-orang yang merindukan ilmu pengetahuan datang berduyun-duyun dari berbagai kota dan negara untuk menimba ilmu di Yogyakarta. Selain itu Yogyakarta terkenal juga dengan sebutan kota budaya. Orang-orang yang berasal dari berbagai daerah bercampur aduk tinggal dan hidup di kota itu. Segala macam masakan tersedia di sana, ingin dengar bahasa asing, silakan datang ke Yogyakarta. Yogyakarta, pesona keunikan Indonesia dan dunia.yog
Namun jika kita lihat lebih dekat, banyak anak-anak muda yang tergiur dengan kehidupan serba ada di Yogyakarta. Ada semacam shock culture yang dialami oleh orang-orang yang berasal dari ‘daerah kecil’ di luar Yogyakarta dan kota-kota besar. Internet ada di mana-mana seringkali dimanfaatkan dengan kurang bijaksana, mengais gambar-gambar syur yang menggoda gairah, tak jarang juga bermain game online berjam-jam hingga lupa waktu, hingga tugas-tugas kuliah terabaikan. rokokOrang yang tadinya tidak merokok menjadi pecandu rokok, bahkan tak jarang berlanjut ke NARKOBA. Kejahatan seksual di mana-mana, di sekitar kampus terutama, banyak pengguna jalan khususnya pejalan kaki yang mendapat perlakuan tidak senonoh orang usil yang tidak bertanggung jawab. Pergaulan bebas di mana-mana, seks bebas juga di mana-mana. SAYANGNYA, umumnya hal itu dilakukan oleh kaum muda penerus bangsa Indonesia ini. Saya memang bukan orang Jogja asli, namun saya merasa memiliki kota yang eksotis ini. Di mana lagi kita temukan Jogja kedua? Kesenian tradisional yang penuh klenik dan misteri yang diperankan apik dan mendunia menjadi warisan budaya yang sangat kaya dan mulia. Ada pesan moral yang agung di balik semua karya seni dan budaya (khususnya budaya Jawa, budaya nenek moyang di Yogyakarta). Sarat akan sejarah dan nilai moral kebudayaan Jawa jugalah yang menarik turis-turis dari berbagai daerah dan Negara berkunjung ke tempat ini. Namun sayang, hati ini sedih dan menangis, melihat citra Jogja sekarang, seperti apa kata pepatah “Nila setitik rusak susu sebelanga”

Teman-teman muda, saudaraku yang sangat kucintai, MARI kita bangkit melawan godaan yang ‘terlihat baik’. Pikirkan lagi sebelum berbuat, masa depan ada di tangan kita. Jika Tuhan memang ada, saya yakin ia tidak akan memonopoli nasib kita. Nasib kita ada di tangan kita, kawan. Raihlah cita-citamu setinggi langit, sedalam samudera, dan sejauh utara ke selatan dan Barat ke Timur. Menjadi orang yang bertanggung jawab adalah kebijaksanaan.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk orang-orang yang saya cintai, terutama keluargaku dan orang yang memberi banyak pengaruh dalam hidupku, Mas Bintang dan keluarga. Terima kasih atas cinta kalian semua….

Published in: on May 5, 2009 at 2:29 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://sampinggubug.wordpress.com/2009/05/05/epidemik-khususnya-kaum-muda-yogyakarta/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: